PAINAN — Untuk kesekian kalinya, penipuan dengan modus investasi janji bunga tinggi, memakan korban. Kali ini di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Ribuan nasabah harus gigit jari, lantaran bos perusahaan waralaba PT Bima Mola Montes (BMM), Alisa Hariyanti raib sejak Senin malam (2/8). Pelaku diduga menggondol miliaran rupiah dana nasabah.
Informasi yang didapat Padang Ekspres (grup JPNN) dari karyawan Alisa, bosnya itu sudah ta terlihat sejak Senin. “Kami kehilangan kontak sejak Selasa pagi. Katanya dia mau mencairkan dana ke salah satu Bank di kota Padang sejak Senin, menurut Alisa dana baru bisa dicairkan pada Selasa pagi,” terang salah seorang karyawan Alisa.
Mengetahui Alisa kabur, para nasabah emosi. Rumah serta tempat usaha perusahaan tersebut nyaris diamuk massa dan dijarah. Namun, tindakan anarkis mampu diredam jajaran Polres Pessel.
Berdasarkan keterangan sejumlah nasabah, usaha waralaba berkedok penjualan pulsa telekomunikasi dan alat telokomunikasi ini berjalan sejak tahun 2005 silam. Dan pada awal tahun 2010 lalu usaha ini berubah menjadi sebuah perusahaan dengan nama PT Bima Mola Montes (BMM). Selain itu, perusahaan ini menambah unit usaha pada penjualan mobil baru dan bekas di Kabupaten Pesisir Selatan.
Adapun sistem ataupun cara kerja mereka yakni nasabah menanamkan modalnya berupa uang tunai kepada pimpinan waralaba kemudian pihak perusahaan memberikan 10 persen hingga 50 persen per bulannya dari nominal modal yang ditanam. Bahkan, tersiar informasi keuntungan yang diberikan kepada nasabah lebih dari 50 persen,” katanya.
Yang paling menggiurkan para nasabah, nasabah bisa mendapatkan mobil baru dengan menanamkan investasi sebesar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta tanpa adanya biaya angsuran setiap bulannya”.
Di awal-awal beroperasi, yakni 2005 silam, pembayaran keuntungan kepada nasabah berjalan lancar dan baik sesuai tanggal yang ditentukan setiap bulannya. Namun, sejak dua bulan terakhir menurut para nasabah penerimaan keuntungan sering tertunda dengan berbagai alasan.
0 komentar:
Posting Komentar